MAKALAH

MOTOR DIESEL

 

 

 

 

 

Nama:AGI MAULANA

Kelas:XI TKR 1

 

 

KATA PENGANTAR

Modul Pemeliharaan/ servis Sistem Bahan Bakar Diesel ini digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar siswa SMK Program Keahlian: Teknik Mekanik Otomotif, untuk mencapai salah satu subkompetensi yaitu memelihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel.

Modul ini akan memberikan latihan untuk mempelajari

pemeliharaan/ servis sistem bahan bakar diesel khususnya pemeliharaan/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel. Modul ini terdiri dari 3 kegiatan belajar, Kegiatan belajar 1 membahas prinsip kerja sistem injeksi bahan bakar diesel. Kegiatan belajar 2 membahas sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel yang perlu dipelihara/diservis. Kegiatan belajar 3 membahas langkah kerja pemeliharaan/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel. Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi para siswa SMK Program Keahlian: Teknik Mekanik Otomotif yang sedang belajar tentang Pemeliharaan/ servis Sistem Bahan Bakar.

Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI

Modul Pemeliharaan/servis Sistem Bahan Bakar Diesel membahas tentang sistem bahan bakar diesel beserta cara pemeliharaan/servisnya. Tujuan dari modul ini agar mahasiswa memiliki subkompetensi yaitu memelihara/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel. Materi modul yang akan dipelajari meliputi : (1) prinsip kerja sistem injeksi bahan bakar diesel, (2) sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel yang perlu dipelihara/diservis, dan (3) langkah kerja pemeliharaan/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel.

Modul ini terdiri dari atas 3 kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang: prinsip kerja sistem injeksi bahan bakar diesel. Kegiatan belajar 2 membahas tentang sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel, yaitu meliputi saringan bahan bakar, pompa injeksi, injector/pengabut, automatic timer, dan governor. Kegiatan belajar 3 membahas langkah kerja pemeliharaan/servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel.

Setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat memahami prinsip kerja, sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel serta dapat melakukan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

B. PRASYARAT

Sebelum memulai modul ini, anda harus sudah menyelesaikan modul-modul yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.

 

 

 

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:

a. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut.

b. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap

materi-materi

yang

dibahas

dalam

setiap

kegiatanbelajar.

c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik,

perhatikanlah hal-hal berikut ini:

1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang

diberikan

2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan

Baik

3) Sebelum melaksanakan praktik, tentukan alat dan bahan

yang diperlukan secara cermat

4) Gunakan alat sesuai prosedur yang pemakaian yang benar

5) Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas,

harus meminta ijin guru lebih dahulu

6) Setelah selesai praktik, kembalikan alat dan bahan ke tempat

semula

d. Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi

lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada

3

guru

yang

mengampu

kegiatan

pembelajaran

yang

bersangkutan.

2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:

a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang

dijelaskan dalam tahap belajar

c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan

menjawab pertamnyaan siswqa mengenai proses belajarnya.

d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber

tambahan lain yang diperlukan untuk belajrar

e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan

D. TUJUAN AKHI R

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam

modul ini siswa diharapkan:

1. Memahami prinsip kerja sistem prinsip kerja sistem injeksi bahan

bakar diesel

2. Memahami sistem dan komponen injeksi bahan bakar diesel yang

perlu dipelihara/ diservis.

3. Memahami langkah kerja pemeliharaan/servis sistem dan

komponen injeksi bahan bakar diesel

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prinsip Kerja Mesin Diesel

Mesin/motor diesel (diesel engine) merupakan salah satu bentuk motor pembakaran dalam (internal combustion engine) di samping motor bensin dan turbin gas. Motor diesel disebut dengan motor penyalaan kompresi (compression ignition engine) karena penyalaan bahan bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dilain pihak motor bensin disebut motor penyalaan busi (spark ignition engine) karena penyalaan bahan bakar diakibatkan oleh percikan bunga api listrik dari busi.

Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor bensin campuran bahan bakar dan udara melelui karburator dimasukkan ke dalam silinder dan dibakar oleh nyala listrik dari busi. Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat terbakar sendiri, maka diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ºC.

Meskipun untuk motor diesel tidak diperlukan sistem pengapian seperti halnya pada motor bensin, namun dalam motor diesel diperlukan sistem injeksi bahan bakar yang berupa

 

 

 

pompa injeksi (injection pump) dan pengabut (injector) serta perlengkapan bantu lain. Bahan bakar yang disemprotkan harus mempunyai sifat dapat terbakar sendiri (self ignition). Penampang mesin diesel secara sederhana dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Skema motor diesel

2) Perbedaan utama mesin diesel dan mesin bensin

Motor diesel dan motor bensin mempunyai beberapa perbedaan utama, bila ditinjau dari beberapa item di bawah ini, yaitu (lihat Tabel 1)

Tabel 1. Perbedaan utama motor diesel dan motor bensin

Item

Motor Diesel

Motor Bensin

Siklus Pembakaran Siklus Sabathe

Siklus Otto

Rasio kompresi

15-22

6-12

Ruang bakar

Rumit

Sederhana

Percampuran

bahan bakar

Diinjeksikan pada

akhir langkah

Dicampur dalam

karburator

Metode penyalaan

Terbakar sendiri

Percikan busi

Bahan bakar

Solar

Bensin

Getaran suara

Besar

Kecil

Efisiensi panas (%) 30-40

 

Motor diesel juga mempunyai keuntungan dibanding motor

bensin, yaitu:

a) Pemakaian bahan bakar lebih hemat, karena efisiensi panas

lebih baik, biaya operasi lebih hemat karena solar lebih murah.

b) Daya tahan lebih lama dan gangguan lebih sedikit, karena

tidak menggunakan sistem pengapian

c) Jenis bahan bakar yang digunakan lebih banyak

d) Operasi lebih mudah dan cocok untuk kendaraan besar, karena variasi momen yang terjadi pada perubahan tingkat kecepatan lebih kecil.

Di samping itu motor diesel memiliki kerugian, yaitu:

a) Suara dan getaran yang timbul lebih besar (hampir 2 kali) daripada motor bensin. Hal ini disebabkan tekanan yang sangat tinggi (hampir 60 kg/ cm2) pada saat pembakaran

b) Bobot per satuan daya dan biaya produksi lebih besar, karena bahan dan konstruksi lebih rumit untuk rasio kompresi yang tinggi

c) Pembuatan pompa injeksi lebih teliti sehingga perawatan lebih

sulit

d) Memerlukan kapasitas baterai dan motor starter yang besar agar dapat memutar poros engkol dengan kompresi yang tinggi.

Secara singkat prinsip kerja motor diesel 4 tak adalah sebagai

berikut:

a) Langkah isap, yaitu waktu torak bergerak dari TMA ke TMB. Udara diisap melalui katup isap sedangkan katup buang tertutup.

 

b) Langkah kompresi, yaitu ketika torak bergerak dari TMB ke TMA dengan memampatkan udara yang diisap, karena kedua katup isap dan katup buang tertutup, sehingga tekanan dan suhu udara dalam silinder tersebut akan naik.

c) Langkah usaha, ketika katup isap dan katup buang masih tertutup, partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh pengabut bercampur dengan udara bertekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah pembakaran. Pada langkah ini torak mulai bergerak dari TMA ke TMB karena pembakaran berlangsung bertahap

d) Langkah buang, ketika torak bergerak terus dari TMA ke TMB dengan katup isap tertutup dan katup buang terbuka, sehingga gas bekas pembakaran terdorong keluar.

Gambar 2. Prinsip kerja motor diesel 4 tak

3) Proses pembakaran mesin diesel

Proses pembakaran dibagi menjadi 4 periode:

a) Periode 1: Waktu pembakaran tertunda (ignition delay) (A-B)

Pada periode ini disebut fase persiapan pembakaran, karena partikel-partikel bahan bakar yang diinjeksikan bercampur dengan udara di dalam silinder agar mudah terbakar.

 

 

bantu start busi pijar (glow plug), dan (3) cocok untuk mesin-

mesin besar karena konstruksi kepala silinder sederhana.

Kerugian ruang bakar langsung adalah: (1) memerlukan kualitas bahan bakar yang baik, (2) memerlukan tekanan injeksi yang lebih tinggi, (3) sering terjadi gangguan nozzle, umur nozzle lebih pendek karena menggunakan nozzle lubang banyak (multiple hole nozzle), dan (4) dibandingkan dengan jenis ruang bakar tambahan, turbulensi lebih lemah, jadi sukar untuk kecepatan tinggi.

b) Ruang bakar tambahan.

1) Ruang bakar muka.

Dalam ruang bakar ini bahan bakar solar disemprotkan ke dalam ruang bakar muka oleh nozzle injeksi. Sebagian bahan bakr yang tidak terbakar di ruang bakar muka didorong melalui saluran kecil antara ruang bakar muka dan ruang bakar utama. Percampuran yang baik dan terbakar seluruhnya berada pada ruang bakar utama. Lihat gb. 5.

Gambar 5. Ruang bakar kamar muka

Keuntungan ruang bakar muka adalah: (1) jenis bahan bakar yang digunakan lebih luas, karena turbulensinya sangat baik untuk pengabutan, (2) perawatan

 

pompa injeksi lebih mudah karena tekanan injeksi lebih rendah dan tidak terlalu peka terhadap perubahan saat injeksi, dan (3) detonasi berkurang serta mesin bekerja lebih baik karena menggunakan nozzle lubang banyak.

Kerugian ruang bakar muka adalah: (1) biaya pembuatan lebih mahal sebab perencanaan kepala silinder lebih rumit, (2) memerlukan motor starter yang besar dan kemampuan start lebih jelek sehingga harus menggunakan alat pemanas, dan (3) pemakaian bahan bakar boros.

2) Ruang bakar pusar.

Ruang bakar model pusar ini berbentuk bundar. Ketika torak memampatkan udara, sebagian udara akan masuk ke dalam ruang bakar pusar dan membuat aliran turbulensi. Bahan bakar diinjeksikan ke dalam udara turbulensi dan terbakar di dalam ruang bakar pusar, tetapi sebagian bahan bakar yang belum terbakar masuk ke ruang bakar utama melalui saluran tersebut. Selanjutnya capuran tersebut akan terbakar di tuang bakar utama. Lihat gambar 6.

Gambar 6. Ruang bakar pusar

Keuntungan ruang bakar pusar adalah: (1) dapat menghasilkan putaran tinggi, karena turbulensi yang sangat baik pada saat kompresi, (2) Gangguan pada nozzle

 

berkurang karena menggunakan nozzle tipe pin, dan (3) putaran mesin lebih tinggi dan operasinya lebih lembut, menyebabkan jenis ini cocok untuk mobil.

Kerugian ruang bakar pusar adalah: (1) konstruksi kepala silinder rumit, (2) efisiensi panas dan pemakaian bahan bakar lebih boros dibandingkan dengan tipe ruang bakar langsung, (3) penggunaan alat pemanas tidak begitu efektif, sebab ruang bakar sangat luas, dan (4) detonasi lebih besar pada kecepatan rendah.

3) Ruang bakar Air Cell

Pada ruang bakar air cell ini bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam air cell dan terbakar langsung di ruang bakar utama. Sebagian bahan bakar yang yang disemprotkan ke air cell dan terbakar, mengakibatkan tekanan dalam air cell bertambah. Bila torak bergerak ke TMB, udara dalam air cell keluar ke ruang bakar utama membantu

menyempurnakan

pembakaran.

Pada

ruangbakar ini tidak memerlukan pemanas

 

 

 

Keuntungan ruang bakar air cell adalah: (1) mesin bekerja lebih lembut karena pembakaran terjadi secara berangsur-angsur, (2) tidak memerlukan pemanas, (3)

16

gangguan nozzle berkurang karena menggunakan nozzle

tipe pin.

Kerugian ruang bakar air cell adalah: (1) saat injeksi bahan bakar sangat mempengaruhi kemampuan mesin, (2) suhu gas buang sangat tinggi karena pembakaran lanjut sangat panjang, dan (3) bahan bakar boros.

4) Penyaluran bahan bakar pada mesin diesel

Berdasarkan uraian tentang prinsip kerja mesin diesel yang membakar bahan bakar berdasarkan suhu kompresi secara bertahap, maka penyaluran bahan bakar pada mesin diesel harus memenuhi syarat:

(a) Mesin diesel harus mempunyai perbandingan kompresi yang tinggi agar mempunyai suhu dan tekanan kompresi yang tinggi sehingga mampu membakar bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Bahan bakar mesin diesel mempunyai sifat titik nyalanya tinggi sehingga harus dibuat menjadi partikel atau butiran yang lebih kecil.

(b) Agar bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder mesin diesel dapat mudah terbakar maka diperlukan ruang bakar yang dapat memungkinkan bahan bakar dan udara dapat bercampur secara homogen dalam bentuk partikel yang lebih kecil-kecil dari sebelumnya.

(c) Di samping mesin diesel harus memiliki ruang bakar yang memungkinkan atomisasi bahan bakar, maka bahan bakar yang disalurkan ke dalam ruang bakar harus dengan injeksi. Dengan injeksi maka bahan bakar akan berbentuk partikel-partikel atau butiran-butiran yang kecil. Oleh karena itu dalam mesin diesel diperlukan peralatan untuk

injeksi yaitu pompa injeksi dan injector (pengabut). Pompa injeksi berfungsi menekan bahan bakar dari tangki ke injector, sedangkan injector berfungsi menyemprotkan bahan bakar tepat waktu ketika diperlukan pada akhir langkah kompresi.

(d) Berdasarkan 3 hal di atas maka pada mesin diesel diperlukan suatu sistem bahan bakar yang dapat memenuhi syarat agar terjadi pembakaran yang baik. Sistem bahan bakar yang baik harus terdiri dari komponen-komponen yang baik pula.

c. Rangkuman 1

1. Motor diesel disebut dengan motor penyalaan kompresi (compression ignition engine) karena penyalaan bahan bakarnya diakibatkan oleh suhu dan tekanan kompresi udara dalam ruang bakar.

2. Perbedaan motor diesel dan motor bensin dapat ditinjau dari: siklus pembakaran, rasio kompresi, ruang bakar, penyampuran bahan bakar, metode penyalaan, jenis bahan bakar, getaran, suara, dan efisiensi panas.

3. Proses pembakaran motor diesel berlangsung dalam 4

tahap,

yaitu:

pembakaran

tertunda,

perambatan,

pembakaran langsung, dan pembakaran lanjut

 

4. Ruang bakar mesin diesel dapat berupa ruang bakar langsung dan ruang bakar tambahan yang berbentuk: ruang bakar muka, ruang bakar pusar, dan ruang bakarai r

cell.

5. Penyaluran bahan bakar pada mesin diesel harus

memenuhi

syarat

syarat

yaitu:

mesin

memiliki

perbandingan kompresi yang tinggi, memiliki ruang bakar

 

yang memungkinkan turbulensi penyampuran bahan bakar secara baik, bahan bakar harus ditekan dengan pompa injeksi dan injector harus menyemprotkan bahan bakar tersebut dalam bentuk kabut atau partikel kecil. Oleh karena itu pada mesin diesel diperlukan sistem bahan bakar yang didukung komponen yang baik.

d. Tugas 1

1. Sebuah motor diesel ketika distart tidak segera hidup dengan mudah. Buatlah daftar kemungkinan penyebab sulitnya mesin diesel hidup, ditinjau dari sistem bahan bakar yang telah anda ketahui.

2. Gambarkan proses penyaluran bahan bakar pada motor diesel yang anda temui di bengkel sekolah, dan jelaskan apakah sesuai dengan diagram alir penyaluran bahan bakar yang strandar.

e. Tes Formatif 1

1. Jelaskan prinsip kerja pada mesin diesel!

2. Jelaskan tahapan proses pembakaran pada mesin diesel

dan mengapa demikian?

3. Jelaskan fungsi alat pemanas alat pemanas (glow plug) pada mesin diesel dan pada mesin diesel apa alat tersebut digunakan?

4. Jelaskan jenis ruang bakar pada mesin diesel dan dimana

digunakan?

22

 

 

 

Kegiatan Belajar 2: Sistem dan Komponen Injeksi Bahan Bakar

Diesel yang perlu dipelihara/ servis.

a. Tujuan Kegiatan Belajar 2

1) Siswa dapat menjelaskan jenis sistem injeksi bahan bakar

pada mesin diesel

2) Siswa dapat menjelaskan konstruksi dan cara kerja komponen-komponen injeksi bahan bakar yang perlu dipelihara/diservis untuk tiap-tiap jenis sistem injeksi bahan bakar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengertian Sistem I njeksi Bahan Bakar Mesin Diesel

Sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel merupakan sistem paling penting di antara sistem-ssitem yang lain. Dengan sistem injeksi bahan bakar yang baik dan tepat akan menghasilkan tenaga mesin yang optimal. Sebaliknya sistem injeksi bahan bakar yang kurang baik dan kurang tepat dapat menyebabkan tenaga mesin diesel kurang optimal, bahkan mungkin saja mesin diesel tidak dapat dijalankan sama sekali. Banyak orang yang menyatakan bahwa sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel merupakan jantung hidup matinya mesin.Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel mencakup

rangkaian komponen-komponen yang berhubungan dengan bahan bakar, yang berfungsi mengisap bahan bakar dari tangki bahan bakar, memompakan bahan bakar, sampai bahan bakar tersebut diinjeksikan ke dalam ruang bakar silinder mesin dalam rangfka memperoleh tenaga.

 

Fungsi Sistem I njeksi Bahan Bakar

Berdasarkan pengertian sistem injeksi bahan bakar pada
mesin diesel di atas, maka fungsi sistem injeksi bahan bakar
mesin diesel yaitu:

a) Menyimpan bahan bakar

b) Menyaring bahan bakar

c) Memompa atau menginjeksi bahan bakar ke dalam ruang

bakar silinder mesin

d) Mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar silinder

mesin

e) Memajukan saat penginjeksian bahan bakar

f) Mengatur kecepatan mesin sesuai dengan bebannya

melalui pengaturan penyaluran bahan bakar

g) Mengembalikan kelebihan bahan bakar ke dalam tangki

bahan bakar.

3) Syarat sistem injeksi bahan bakar mesin diesel

Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel harus

memenuhi syarat sebagai berikut:

a) Memberikan sejumlah tertentu bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar harus setiap saat tertentu memberikan sejumlah tertentu bahan bakar ke tiap-tiap silinder mesin diesel.

b) Menepatkan saat penginjeksian bahan bakar

Bahan bakar harus diinjeksikan ke dalam silinder tepat

pada

saat

kemungkinan

mesin

diesel

mampu menghasilkan tenaga yang maksimum. Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu cepat atau terlalu lambat selama langkah usaha menyebabkan terjadinya kerugian tenaga.

 

c) Mengendalikan kecepatan pengiriman bahan bakar.

Kerja mesin diesel yang halus pada tiap-tiap silinder tergantung pada lama waktu yang diperlukan untuk menginjeksikan bahan bakar. Kecepatan mesin yang lebih tinggi harus dicapai dengan pemasukan bahan bakar yang lebih cepat pula.

d) Mengabutkan bahan bakar.

Bahan bakar harus sepenuhnya tercampur dengan udara untuk pembakaran sempurna. Dalam hal ini bahan bakar harus dikabutkan menjadi partikel-pertikeal yang halus.

Dengan demikian penginjeksian bahan bakar ke dalam silinder mesin diesel harus pada saat yang tepat dan jumlah yang tepat pula sesuai dengan jumlah yang diperlukan.

 

Komponen-komponen Sistem Injeksi Bahan Bakar

Mesin Diesel

Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel dapat dibedakan

menjadi 2 (dua) cara yaitu:

a) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris

b) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi

distributor

a) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi

sebaris (inline fuel injection pump)

Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris seperti di atas, terdiri dari empat elemen pompa yang melayani empat buah silinder. Dengan demikian tiap silinder mesin diesel akan dilayani oleh satu elemen pompa secara individual.

b) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi

distributor

Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi distributor, pompa injeksinya hanya memiliki satu buah elemen pompa. Dengan demikian satu elemen pompa akan melayani empat buah silinder mesin diesel melalui saluran distribusi pada pompa

Pompa injeksi sebaris pada umumnya digunakan untuk mesin diesel bertenaga besar dengan ruang bakar langsung dan penyemrotan langsung (direct injection), sedangkan pompa injeksi distributor banyak digunakan untuk mesin diesel bertenaga menengah dan kecil dengan ruang bakar tambahan.

Berdasarkan gambar 8, gambar 9 dan gambar 10 di

atas maka secara umum komponen-komponen injeksi bahan

bakar mesin diesel adalah:
a) Tangki bahan bakar (fuel tank)
b) Saringan bahan bakar (fuel filter)
c) Pompa pemindah bahan bakar (fuel transfer pump)
d) Pompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump)
e) Pipa-pipa injeksi bahan bakar (fuel injection lines)

f) Injektor (fuel injector)

g) Pipa-pipa pengembali bahan bakar (fuel return lines)

Di samping komponen-komponen utama di atas, komponen
sistem injeksi tambahan yang lain adalah:
h) Pengatur kecepatan (governor)

i) Pengatur untuk memajukan saat injeksi otomatis

(advancer/ automatic timer )

28

Komponen-komponen tersebut di atas terangkai menjadi satu kesatuan dan saling berhubungan dan saling membantu dalam rangka penginjeksian bahan bakar ke dalam silinder mesin dengan saat yang tepat dengan jumlah yang tepat pula.

 

 

 

 

a) Tangki bahan bakar (fuel tank )

Tangki bahan bakar berfungsi menyimpan atau menampung bahan bakar. Tangki bahan bakar dibuat dengan berbagai ukuran dan tiap ukuran serta bentuk tangki tersebut dirancang untuk maksud persyaratan tertentu.

Kapasitas tangki tangki harus cukup untuk suatu jarak tempuh tertentu atau cukup untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu. Bentuk dan ukuran tangki tergantung pada ketersediaan

tempat

(space)

serta kapasitas yang dikehendaki. Misalnya untuk ruang mesin yang panjang atau pendek, berbentuk bulat atau persegi.

Tangki bahan bakar harus tertutup untuk mencegah masuknya kotoran, namun demikian harus mempunyai lubang pernafasan (ventilation) dan untuk lubang pengisian bahan bakar sebagai pengganti bahan bakar yang telah dipakai. Dengan demikian paling tidak harus ada tiga buah lubang, yaitu untuk mengisi, mengalirkan keluar dan lubang untuk mengeringkan (draining). Kadangkala terdapat lubang untuk saluran kebocoran bahan bakar (fuel overflow/fuel leak-off).

b) Saringan bahan bakar (fuel filter )

Penyaringan bahan bakar mesin diesel sangat penting karena bahan bakar diesel cenderung tidak bersih baik dari kotoran partikel atau dari air, sedangkan elemen pompa injeksi dan

 

injector dibuat presisi. Untuk memisahkan air dari bahan bakar digunakan juga water sedimenter yang bekerja atas sifat gravitasi air sendiri yang lebih besar daripada bahan bakarnya.

Gambar 11. Saringan bahan bakar dan sedimenter

Bila air sampai masuk ke dalam elemen pompa maka dapat menyebabkan kerusakan pada elemen pompa karena korosi dan pengabutan menjadi terganggu.

Untuk mengetahui bahwa air yang berada dalam sedimenter telah banyak maka diketahui dari sistem lampu peringatan yang sirkit kelistrikannya..

 

Pompa pemindah bahan bakar (fuel transfer pump)

Pompa pemindah bahan bakar ini berfungsi untuk mengisap bahan bakar dari tangki dan menekan bakar melalui saringan bahan bakar ke ruang pompa injeksi. Pompa ini dinamakan juga pompa pemberi (feed pump) atau pompa pencatu bahan bahan bakar (fuel supply pump) ataupr iming

pump.Pompa pemindah bahan bakar untuk sistem injeksi

bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris dapat dilihat pada

gambar 14.

Gambar 14. Pompa pemindah untuk pompa injeksi sebaris

Pompa pemindah untuk pompa injeksi sebaris adalah model pompa kerja tunggal (sigle acting) dipasang pada sisi pompa injeksi dan digerakkan oleh poros nok pompa injeksi. Pompa pemindah ini dilengkapi dengan pompa tangan untuk membuang udara yang terdapat pada aliran bahan bakar sebelum mesin dihidupkan.

Bahan bakar di dalam pompa injeksi selamanya harus cukup, untuk itu perlu pengiriman bahan bakar ke pompa injeksi dengan tekanan tertentu. Bila tekanan rendah di bawah

 

spesifikasi, elemen pompa tidak mampu memberikan bahan bakar yang cukup pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu, tekanan pengisian harus di atas 1,8–2,2 kg/cm2

 

Pompa pemindah ini digerakkan oleh poros nok (1) sehingga piston (5) bergerak bolak-balik untuk mengisap dan menekan bahan bakar bila tekanan masih rendah. Bahan bakar yang diisap akan ditekan ke dalm pompa injeksi melalui saluran keluar (8) dan katup tekan (9) membuka sedangkan katup masuk (6) menutup. Bila poros nok tidak menekan tappet roller(2) maka katup tekan tetutup sedangkan katup isap terbuka terjadilah pengiapan. Jika tekanan bahan bakar telah melebihi spesifikasi maka tegangan pegas (7) tidak mampu mendorong piston. Akibatnya piston tidak bergerak dan pompa pemindah ini tidak bekerja lagi. Setelah tekanan turun maka pompa pemindah ini akan bekerja lagi.

Pompa pemindah atau priming pump untuk pompa

injeksi distributor dapat dilihat pada gambar 16.

 

. Priming pump untuk pompa injeksi distributor

Priming pump untuk pompa injeksi distributor ini dilengkapi dengan penyaring bahan bakar dan sedimenter. Cara kerja priming pump ini adalah sebagai berikut:

Tekan handle pompa diafragma ke bawah dan bahan bakar atau udara dalam ruang pompa akan akan membuka outlet check valve dan mengalir ke saringan bahan bakar. Pada saat yang sama inlet check valve akan menutup dan mencegah bahan bakar mengalir kembali. Lihat gambar 17.

.Penekanan priming pump untuk membuang udara

Bila handle poma dibebaskan, tegangan pegas mengembalikan diafragma ke posisi semula danmenimbulkan vakum di dalam ruang pompa.

 

inlet valve terbuka disebabkan adanya kevakuman dan bahan bakar akan mengalir ke dalam ruang pompa. Pada saat yang sama outlet valve akan menutup mencegah kembalinya aliran bahan bakar. Bekerjanya turun dan naik dengan berulang- ulang dan menyebabkan bahan bakar dikirim ke saringan bahan bakar

 

 

 

 

 

Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin busi-nyala

Untuk keluaran tenaga yang sama, ukuran mesin diesel lebih besar daripada mesin bensin karena konstruksi besar diperlukan supaya dapat bertahan dalam tekanan tinggi untuk pembakaran atau penyalaan. Dengan konstruksi yang besar tersebut penggemar modifikasi relatif mudah dan murah untuk meningkatkan tenaga dengan penambahan turbocharger tanpa terlalu memikirkan ketahanan komponen terhadap takanan yang tinggi. Mesin bensin perlu perhitungan yang lebih cermat untuk modifikasi peningkatan tenaga karena pada umumnya komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.

Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin bertujuan meningkatkan jumlah udara yang masuk dalam ruang bakar dengan demikian pada saat kompresi akan menghasilkan tekanan yang tinggi dan pada saat penyalaan atau pembakaran akan menghasilkan tenaga yang besar. Penambahan turbocharger atau supercharger pada mesin diesel tidak berpengaruh besar terhadap pemakaian bahan bakar karena bahan bakar disuntikan secara langsung ke ruang bakar pada saat ruang bakar dalam keadaan kompresi tertinggi untuk memicu penyalaan agar terjadi proses pembakaran. Sedangkan penambahan turbocharger atau supercharger pada mesin bensin sangat memengaruhi pemakaian bahan bakar karena udara dan bahan bakar dicampur dengan komposisi yang tepat sebelum masuk ruang bakar, baik untuk mesin bensin dengan sistem karburator maupun sistem injeksi.

 

 

 

PENUTUP

SIMPULAN
Gangguan yang sering timbul pada mesin Diesel
diantaranya tenaga mesin berkurang dapat diperoleh kesimpulan diantaranya
sebagai berikut :
. Cara menganalisis gangguan dan cara mengatasi tenaga mesin berkurang
pada mesin Diesel adalah dengan melakukan langkah
pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan langkah perbaikan sesuai
spesifikasi atau dilakukan penggantian suku cadang atau komponen bila
kerusakan melebihi limit yang telah ditentukan.
. Prosedur pemeriksaan dan perbaikan komponen jika tenaga berkurang
pada mesin Diesel adalah melakukan pemeriksaan
secara visual seperti mengamati goresan pada dinding silinder maupun
dengan alat ukur dengan cara mengukur kondisi dari setiap komponen
berdasarkan spesifikasi service, kemudian dilanjutkan dengan langkah
perbaikan atau penggantian komponen bila kerusakan melebihi limit
service. Dari hasil pemeriksaan secara visual maupun pengukuran, ada
komponen-komponen didalam mesin Diesel Yang
harus diganti atau diperbaiki.

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pusaka

*doc.google.com

* Arismunandar,Wiranto,Tsuda,Koichi.1997.Motor Diesel Putaran Tinggi.Jakarta : PT Pradnya Pratama.
Boetarta,2000.Mengatasi Mesin Kerusaan Diesel.Jakarta: Puspa Swara
Daryanto ,1994 .Teknik Servis Mobil.Jakarta:Pt Reneka Cipta.
Dermana,danu .1999. Merawat dan Memperbaiki Motor Diesel.Jakarta: Puspa Swara.>cript>

About these ads